Kamis, 25 Agustus 2016

Resep Cumi GorengCrispy Ala Resto Bintang Lima - Crispy Fried Squid ala Five Stars Resto




seafood adalah salah satu makanan favorit! mau digoreng, ditumis, dibakar, digulai, disop dan dimakan mentah seperti sushimi gak bakal pernah nolak dan bosan untuk menyantapnya.. Nah, salah banyak dari macam2 seafood yang ada kali ini saya mau memposting resep Cumi Goreng Krispi ala Resto Bintang Lima. Saya sangat sulit menemukan cumi goreng krispi yang rasa dan bentuknya seperti Resto Bintang Lima di tempat saya domisili sekarang. 

Jadi karena kecintaan dan hobi saya berwisata kuliner mau tidak mau saat saya sedang ingin mencicipinya dan jika saya tidak bisa menemukan resto yang menjual terpaksa saya harus membuat sendiri. Maklum urusan lidah saya memang susah untuk diajak kompromi jika sedang ingin memakan salah satu jenis makanan dan masakan.

Baiklah tanpa berbasa basi lagi langsung saja kita simak resepnya di bawah ini!

BAHAN-BAHAN:
1.    Cumi basah 500gr. Cuci bersih kupas kulitnya dan buang tinta hitam, mata serta tulang lunak dan isi perut cumi.

2.    Tepung terigu serba guna 200gr.
3.    2 Buah telur kocok lepas.
4.    100gr tepung roti atau tepung panir.
5.    1/2 sdt lada.
6.    1 sdm garam.
7.    1 buah jeruk nipis.
8.    1 sdm bawang putih halus.
9.    Minyak sayur untuk menggoreng.

CARA MEMBUAT:
1.   Potong2 cumi yang sudah dikupas dan dibersihkan dengan potongan melintang hingga berbentuk seperti cincin. Kemudian rendam dengan jeruk nipis dan garam secukupnya.
2. Campur telur yang sudah dikocok dengan lada, garam dan bawang putih halus.
3. Masukkan potongan cumi yang sudah direndam jeruk nipis dan garam tadi ke dalam adonan telur. Diamkan selama 10-15 menit hingga meresap.
4. Siapkan tepung terigu serba guna dan tepung roti/panir di wadah yang terpisah.
5. Lalu masukkan cumi ke dalam tepung terigu hingga merata. Celup kembali ke dalam adonan telur lalu ke adonan tepung roti/panir hingga merata.
6. Siapkan wajan berisi minyak goreng panas. Goreng cumi ke dalam minyak yang panas tunggu sampai matang berwarna keemasan. Angkat lalu tiriskan.


Resep di atas bisa untuk 4-5 orang. Klo berdua aja bisa makan 2-3 kali jadi bisa cukup untuk makan selama 1 hari. Selamat mencoba ^.^

NB: Maaf ga bs post foto step by step nya karena gak sempet ^.^

Rabu, 13 Januari 2016

NEW YEAR: NEW HOPES, NEW RESOLUTIONS, NEW STATUS!

ALHAMDULILLAH!
Saya mulai lagi tulisan blog pertama saya di tahun 2016 ini dengan mengucap hamdalah.. Karena banyak2 bersyukur adalah kewajiban yg selalu harus saya ingat dan lakukan..

Begitu banyak nikmat yang sudah Allah swt limpahkan untuk saya, suami dan anak saya.. Iya sekarang saya punya status baru, bukan hanya sebagai seorang istri tapi saya sekarang sudah menjadi seorang ibu dari anak laki2 bernama Baran Ali Musthafa..

Sungguh merupakan sebuah pengalaman baru dari bagian perjalanan hidup saya sebagai seorang perempuan. Tugas saya bukan hanya mengurus suami dan rumah tangga lagi, namun sekarang juga mengurus seorang bayi yang sudah Allah swt titipkan kepada kami untuk kami didik, asuh dan rawat agar kelak bisa menjadi anak yang sholeh, mencintai dan memakmurkan Al-Quran dan menjadi duta Islam kelak.. aamiin..

Singkat cerita saya ingin memperkenalkan anak laki2 pertama saya. Baran Ali Musthafa lahir tanggal 17 September 2015 di RSUK Tebet Jakarta Selatan. Baran lahir tepat 2 hari setelah ulang tahun Papinya dengan berat badan 3 kilogram dan panjang 49 cm.. Alhamdulillah lahir pukul 12.10 dengan sehat dan proses normal setelah mengalami induksi 12 jam lamanya.

Sungguh perjuangan dan pengalaman yang luar biasa hebat saat melahirkan anak pertama. Oiya, saya terpaksa harus diinduksi karena mengalami pecah ketuban namun belum ada kontraksi. Usia kandungan saya saat itu sudah memasuki usia 40 minggu dan sudah masuk jadwal tanggal perkiraan persalinan. 

Setelah infusan induksi yang kedua dengan ampul lebih tinggi dari infusan pertama, akhirnya kontraksi hebat pun terjadi. Rasa mulas yang luar biasa sakitnya seperti pinggang ingin copot patah. Saya teriak kesakitan dan sempat memohon untuk mencabut infusan dan menyudahi induksi. Namun, bidan yang menangani dengan segera menyergah dan malah marah2 katanya "enak aja kamu mau main dicabut infusannya, kalo gak mau td harusnya bilang jangan malah baru sekarang. Saya lihat dulu udah masuk pembukaan berapa.." 

Lalu si ibu bidan yang luar biasa itu segera mengecek dan beliau berujar "udah bukaan delapan! enak aja mau diudahin induksinya. kamu gak kasian sama anak nya apa itu kepalanya udah keliatan.." 

Hahaha tapi saya gak peduli dengan omelan si ibu bidan tersebut. Saya masih aja meringis teriak kesakitan. Karena percayalah bener2 sakit rasanya! Akhirnya karena sudah tidak sabar lagi si bidan pun merobek jalan lahir agar saya bisa segera melahirkan. Bidan yang satunya lagi berdiri di samping saya bersiap untuk mendorong dari atas perut. Dia pun memberi contoh cara untuk mengejan setiap rasa mulas dan sakit datang.

Setelah diberi aba2 saya pun melakukan pengejanan agar si jabang bayi bisa segera keluar. Ternyata tidak mudah, saya melakukannya berkali2 dan akhirnya tepat setelah adzan dzuhur berkumandang lahirlah anakku tersayang dengan suara tangisannya yang kencang. Segera si bidan meletakkan bayiku di atas dadaku. Seketika saja suara tangisannya berhenti. Sungguh luar biasa rasanya, aku bisa merasakan hangatnya kulit dan hembusan nafas anakku. 

Oiya, saat proses persalinan suamiku menemaniku di dalam ruangan. Saat ia menyaksikan anak kami lahir, air mata nya pun menetes terharu karena bahagia bisa melihat buah hati yang sudah dinantikan selama sembilan bulan lebih lamanya.


Di pembukaan tahun 2016 ini aku sungguh sangat berterima kasih pada Allah swt karena sudah banyak memberikan nikmat sehat, rejeki, anak dan keluarga yang begitu mencintaiku. Bersamaan di awal tahun ini pula beberapa cita2 dan doa kami terwujud. Salah satunya adalah impianku sejak dulu ingin memiliki coffee shop. Alhamdulillah, dimudahkan jalan suamiku untuk memulai usaha barunya. Semoga usaha ini bisa menjadi mata pencaharian yang halal dan berkah untuk kami sekeluarga.

Resolusi dan cita2 lain yang belum terwujud juga masih banyak. Salah satu resolusiku tahun ini adalah agar aku bisa melanjutkan pendidikanku. Aku masih lulusan diploma dan sangat ingin agar bisa melanjutkan ke tingkat S1. Semoga prosesnya lancar dan tidak dipersulit aamiin.